SENI TARI
IDEOLOGI BANGSA
Seni
Tari
Seni
tari adalah seni yang berasal dari
gerakan tubuh berirama yang biasanya diiringi dengan seni musik. Tarian dapat menunjukan
ekspresi, emosional, maupun untuk doa dalam sebuah ritual. Unsur utama dalam
tari adalah gerak tubuh manusia dan tidak lepas juga dengan irama, ruang, dan
waktu. Seni tari juga dianggap sebagai bentuk komunikasi nonverbal pada hewan
seperti lebah yang melakukan tarian saat kawin. Tari dapat dibedakan dan
dijelaskan dengan berbagai cara seperti koreografi, gerakan, waktu, dan tempat
asal.
Beberapa
jenis bela diri dan olahraga juga dapat disamakan dengan tarian seperti senam,
skating, dan berenang.
Bukti
arkeologis tertua yang menunjukkan adanya tarian adalah lukisan tua berusia 9000
tahun di Shelter Rock of Bhimbetka, India dan lukisan pada makam yang dibuat
pada tahun 3300 SM di Mesir yang menggambarkan seorang penari.
Sebelum
penemukan bahasa dan tulisan, tari adalah cara untuk menyampaikan sesuatu
berupa cerita dari generasi ke generasi. Penggunaan tarian pada waktu itu
digunakan untuk menyampaikan kegembiraan dan ritual penyembuhan seperti yang
saat ini ditemukan pada kebudayaan masyarakat di kawasan hutan hujan Brasil dan
gurun Kalahari. Hal tersebut menjadi salah satu faktor munculnya tarian.
Tarian
Yunani (horos) pernah disebutkan oleh Plato, Aristoteles, Plutarch, dan Lucian.
Bible
dan Talmud merujuk ke banyak event yang berhubungan dengan seni tari dan
terdiri dari lebih dari 30 makna tari yang berbeda.
Dalam
tembikar Cina Kuno pada masa Neolitikum terdapat gambar sekelompok orang menari
sambil berpegangan tangan. Huruf Cina “menari” pertama kali ditemukan di tulang
oracle. Tarian primitif pada masa Cina kuno sering dikaitkan dengan ilmu sihir
dan ritual perdukunan.
Selama
milenium pertama sebelum masehi di India, seni tari berperan penting dalam
budaya India.
Banyak
sekali jenis tarian kontemporer seperti tarian historis, tari tradisional, tari
seremonial, dan tari etnis.
2.
Musik dalam Seni Tari
Banyak
sekali jenis seni musik dan seni tari yang diciptakan untuk dimainkan
bersama-sama. Pengembangan berpasangan ini terus dilakukan dari waktu ke waktu
dan menghasilkan bentuk tarian seperti jig, waltz, tango, disko, dan salsa.
Beberapa genre musik terdapat tariannya seperti musik barok dan tarian barok,
atau musik klasik dan balet klasik.
Meskipun
tarian sering disertai dengan musik, ada beberapa tarian yang dilakukan tanpa
musik seperti tap dance. Saat melakukan pertunjukkan musik, tarian
tidak selalu dimainkan selama iringan musik.
3.
Seni Tari di Berbagai Belahan Dunia
3.1. Seni Tari di Asia
Semua
tarian klasik India berakar dari Natyashastra. Ciri khasnya adalah penggunaan
lonceng di sekitar pergelangan kaki mereka. Sekarang terdapat banyak varietas
tarian klasik India di beberapa daerah.
Pada
tarian Sri Lanka terdapat tarian setan yang disebut yakin natima.
Tarian ini merupakan ritual pra-Buddha Sri Lanka yang menggabungkan Ayurvedic
dan Sinhala. Pengaruh tarian tersebut juga dapat dilihat pada tarian klasik Sri
Lanka.
Di
Indonesia, terdapat banyak sekali jenis tarian. Setiap daerah memiliki beberapa
tarian khas. Beberapa jenis tarian sudah terkenal hingga ke mancanegara seperti
tari Pendet, tari Kecak, tari Tor-Tor, tari Piring, tari Saman, dll. Beberapa
tarian tersebut mendapat pengaruh dari budaya Hindu, budaya Islam, atau
campuran keduanya.
3.2. Seni Tari di Eropa dan Amerika Utara
Balet
pertama kali dikembangkan di Italia dan kemudian di
Perancis. Balet dapat dikatakan hiburan mewah yang dikombinasikan oleh musik,
drama, puisi, lagu, kostum, dan tarian. Selama pemerintahan Louis XIV yang juga
merupakan seorang penari, seni tari sering dikodifikasi. Penari profesional
mulai mendapatkan tempat. Bahkan ada ahli balet yang mendapatkan lisensi dari
pemerintah Perancis. Akademi tari balet pertama, Académie Royale de Danse,
dibuka di Paris pada tahun 1661. Tak lama kemudian, muncul kelompok penari
balet yang awalnya hanya untuk laki-laki. Tetapi pada tahun 1681 perempuan
mulai ikut serta.
Konser
tari abad ke-20 membawa ledakan inovasi dalam gaya tari yang ditandai dengan
eksplorasi teknik tari yang lebih bebas. Pelopor awal dari apa yang dikenal
sebagai tari modern termasuk Loie Fuller, Isadora Duncan, Mary Wigman, dan Ruth
St. Denis.
Tari
Afrika Amerika adalah tarian yang berkembang dalam kehidupan sehari-hari
masyarakat Amerika Utara. Tarian tersebut termasuk disko, tari jazz, tari hip
hop, tari rock dan roll, dll. Kebanyakan tarian tersebut sudah memiliki
pengaruh global.
4.
Pendidikan Seni Tari
Studi
tari saat ini ditawarkan melalui program seni dan humaniora. Banyak lembaga
pendidikan tinggi di Fakultas Seni yang mengajarkan seni tari. Sebuah kurikulum
studi tari dapat mencakup beragam topi seperti latihan tari, koreografi,
etnokoreologi, notasi tari, dan dansa.
5.
Pekerjaan di Bidang Seni Tari
5.1. Penari
Penari
profesional biasanya dipekerjakan dengan sistem kontrak untuk pertunjukan
tertentu atau untuk diproduksi. Kehidupan penari profesional biasanya selalu
mendapat tekanan kompetiti yang kuat dan dengan upah yang tergolong rendah.
Akibatnya, penari profesional harus mencari penghasilan tambahan untuk
mencukupi kebutuhan hidupnya. Di Amerika Serikat banyak serikat penari
profesional yang menetapkan kondisi kerja dan gaji minimum untuk anggotanya.
5.2. Guru Tari
Guru
tari biasanya berfokus pada pengajaran tari. Mereka biasanya memiliki
pengalaman dalam jenis tari yang mereka ajarkan. Paling umum berasal dari
mantan penari jenis tertentu atau yang sebelumnya sering memenangkan lomba
tari.
Guru
tari mungkin membuka les sendiri atau dipekerjakan oleh sekolah tari. Beberapa
sekolah tari dikelola secara profesional, namun ada juga guru yang membuka
usaha les menari yang dikelola dan diajarkan oleh dia sendiri.
5.3. Koreografer
Koreografer
sering berasal dari universitas dan digunakan untuk proyek-proyek pertunjukan
tertentu.
6.
Kompetisi Seni Tari
Kompetisi
atau lomba tari adalah sebuah acara yang terorganisir di mana kontestan melakukan
tarian sementara para juri memberikan penilaian untuk memilih pemenang.
Pemenang biasanya akan mendapatkan penghargaan dan hadiah berupa uang tunai. Kompetisi ini
biasanya dilakukan pemerintah atau lembaga pendidikan dalam rangka melestarikan
seni tari di daerahnya.
7.
Menari untuk Meningkatkan Kesadaran
Seperti
jenis-jenis hiburan lainnya, seni tari kadang digunakan untuk meningkatkan
kesadaran para peserta tentang isu-isu sosial. Pertunjukan tari telah digunakan
untuk meningkatkan kesadaran diabetes, kekerasan terhadap perempuan, menjaga
sumber daya air, alzheimers, dan kanker.
8.
Jenis-Jenis Seni Tari
Banyak
sekali jenis-jenis seni tari yang dibedakan menurut masa, jumlah penari,
fungsi, dll. Ada tari tradisional dan tari modern jika dibedakan menurut
masanya. Ada tari tunggal, tari berpasangan, dan tari kelompok jika dibedakan
menurut jumlah penari. Ada tari pergaulan, tari penyambutan, dan tari
kompetitif jika dibedakan dari fungsinya.





Komentar
Posting Komentar